Rama Vs Rahwana
ternyta mencoba untuk bahagia itu susah
ternyta mencoba ihklas itu lebih susaaah
yang ada…yo ndresulo..he3x
kemaren baru baca majalah jawa Djoko lodhang..trus ngebaca cerita Banjaran Ramayana
secara pakem cerita ramayana berkisah tentang dewi shinta "garwo" sang Ratu Pancawati PAduka Sri Rama yang diculik Ratu Buto Rahwana, serta pengabdian Anoman.
TApi dalam banyak kejadian yang tami alami..kenapa justru shinta lebih memilih kembali ke Ngalengka tempat Rahwana bertahta dibandingkan pulang ke Poncowati tempat suaminya berada..ada apakah gerangan?!
dalam banyak frase kejadian, shinta pada mulanya memang jengah dengan rahwana yang memperlakukannya seperti tahanan dan pengen "dijemput" pulang Rama, tapi pada perkembangannya kenapa justru Shintalah yang pengen balek ke Ngalengka dan "eneg" dengan pancawati!?
Meskipun para "anoman" yang setia selalu mengingatan bahwa Rahwana itu jahat..keji..gak berperasaan..egois..tapi kenapa justru semakin lama semakin Shinta ingin kembali ke Ngalengka
Shinta bahkan tidak menanggap penculikannya dulu oleh rahwana adalah suatu kesalahan
shinta justru menikmati "petualangannya" bersama rahwana bahkan shinta sampe lupa kalo pasti rama mencari nya…
atokah mungkin shinta butuh intermezo..libur sejenak dari rama yang membosankan. Rama yang selalu lemah lembut, penyabar dan penyayang
menemukan rahwana seperti menemukan dunia lain..menemukan sesuatu yang beda yang membuat hati yang sebenarnya ingin terbang bebas itu jadi mendapatkan "lampu hijau" utnuk terbang sebebasnya..sejenak keluar dari aturan yang mengekang
Tapi rahwana tetaplah rahwana dan rama tetaplah rama keduanya tidak akan mungkin bisa sama
sebenernya pa yang dimaui shinta???!
shinta tidak ingin kehilangan rama yang penyabar tapi juga tidak mau melepas rahwana yang penuh gejolak
atokah mungkin akan muncul lagi "tokoh pewayangan" lagi dalam layar padhalangan Shinta?! who knows..!?
saya harap bagi para penggemar wayang menganggap cerita ini sebagai penyelewengan pakem yang ada..hanya sekedar pengkiasan kata dan pengkaburan tokoh saja..he3x
April 4th, 2007 at 3:24 am
dalam kenyataanya saat ini, profile manusia tidak sesederhana profile black and white ala epos ramayana,, setiap manusia memiliki grey area, sisi yg susah di identifikasi sekilas, sisi yang sulit ditebak..
ada orang yg ramah, lembut tapi kalo udah dendam, iih ampun dech brutalnya…
ada yg dianggap sampah oleh masyarakatnya, tapi sebenarnya dialah man of the match…
ne tak pikir, mungkin di jaman sekarang ini, kisah Ramayana versi plesetanmu itu yg lebih pas dan cerdas… keputusan shinta kui adalah suatu yg keputusan yg realistis.. dari pada mendampingi sri rama yg ganteng, baik hati, tapi manja, yg bisanya cuma ngandelin deposito babenya…
mendingan berada dalam dekapan buto rahwono, biar pun monstrum in fronte, tapi mampu menjadi laki-laki sejati, isa nyukupi kepenginane wong wadon sing dipujanya dengan hasil tetesan keringatnya sendiri….
tapi sekali itu cuma permasalahan axiologis…bila tidak jeli, akan menjadi sangat subyektif……